Faktor Resiko Penularan dan Penyebaran Penyakit Malaria

Menurut Teori H.L Bloom (1956), terdapat 4 faktor yang mempengaruhi status Kesehatan individu, yaitu hereditas (keturunan/gen), pelayanan kesehatan, perilaku dan lingkungan.   Status Kesehatan individu yang terinfeksi penyakit malaria pun dipengaruhi oleh ke-4 faktor tersebut, terutama faktor perilaku beresiko dan lingkungan.

Penyakit Malaria sebagian besar menyerang penduduk yang bertempat tinggal di wilayah pesisir pantai.   Masyarakat yang memiliki kebiasaan keluar pada malam hari meningkatkan resiko terinfeksi penyakit malaria.  Hal tersebut dikarenakan nyamuk Anopheles sp. mulai aktif beraktivitas menggigit mulai dari pukul 18.00 sampai dengan 06.00, berbeda dengan nyamuk penyebab penyakit DBD, Aedes Aegipty, yang mulai aktif menggigit mulai pukul 06.00 s.d. 18.00.

Perilaku beresiko masyarakat di daerah endemis malaria yang dapat menyebabkan mudahnya terinfeksi dan tertular penyakit malaria, yaitu tidur tanpa kelambu/lotion anti nyamuk, keluar rumah di malam hari, kebiasaan menggantung pakaian, serta pencahayaan dalam rumah yang kurang.

Sebagaimana hasil penelitan yang dilakukan oleh (Irawati et al, 2017) menunjukkan faktor pencahayaan dengan hasil analisis bivariat p value = 0,023, OR 95% CI=2,877 (1,222-6,771) menunjukkan adanya hubungan yang positif antara pencahayaan rumah dengan kejadian malaria.  Faktor resiko keberadaan pakaian tergantung dengan hasil analisis bivariat p-value = 0,046, OR 95% = 2,220 (1,076-5,579) artinya ada hubungan antara keberadaan pakaian yang tergantung dengan kejadian malaria.

Berkaitan dengan lingkungan, sebagaimana disebutkan dalam Teori H.L. Blum, termasuk faktor yang sangat berpengaruh besar terhadap penyebaran penyakit malaria.  Faktor lingkungan berkaitan erat dengan breeding place nyamuk malaria, yaitu tempat perindukan dan berkembang biak nyamuk Anopheles sp.  Tambak bekas pakai yang tidak ditimbun, dekatnya lokasi rumah penduduk dengan rawa/sungai dengan kondisi tidak bersih, sampah berserakan, membangun kandang ternak di dalam rumah akan mempercepat penyebaran penyakit malaria.  Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit malaria baik pada faktor perilaku masyarakat maupun faktor lingkungan berupa pengendalian nyamuk malaria.

4 thoughts on “Faktor Resiko Penularan dan Penyebaran Penyakit Malaria

  1. Nur Wulandari says:

    Halo Kak.. Saya butuh artikel ini untuk tugas kuliah saya, bisa tidak kak saya untuk copy paste artikel ini? Terima kasih

    Reply
    1. Yulia Indah Permata Sari says:

      Hai. salam kenal ya..

      Boleh dek, dengan senang hati.
      Dimohon untuk mencantumkan sumbernya yaa. Tks

      Reply
      1. Nur Wulandari says:

        Terima kasih banyak ya kak sebelumya.. Tapi saya ketik ulang kak berhubung website kakak tidak bisa copy dan paste. Anyway terima kasih kak..

        Reply
        1. Yulia Indah Permata Sari says:

          sama-sama dek. sukses ya tugas kuliahnya.

          Reply

Leave a Reply to Yulia Indah Permata Sari Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *