Rapid Diagnostic Tests (RDT) dan Tes Laboratorium (Bagian 1)

Terdapat 2 (dua) jenis pemeriksaan kesehatan untuk memastikan adanya parasit malaria atau antigen Plasmodium dalam darah, yaitu Rapid Diagnostic Tests (RDTs) dan pemeriksaan laboratorium.

Rapid Diagnostic Tests (RDTs) seringkali dilakukan pada wilayah endemis malaria yang tidak ditemukan ketersediaan fasilitas laboratorium di Puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat.  RDTs juga digunakan untuk pemeriksaan penyakit malaria di masyarakat secara massal (Mass Blood Survey).

Banyak produk RDTs yang dapat ditemukan di toko, beberapa diantaranya hanya dapat mendeteksi salah satu jenis antigen Plasmodium (P.malariae, P.vivax, P.ovale dan P.falciparum), dan jenis RDTs lainnya dapat mendeteksi beberapa antigen dalam satu waktu atau dikenal dengan mixed infection.

Untuk menggunakan jenis RDTs yang tepat harus disesuaikan dengan spesies Plasmodium yang ditemukan di daerah tersebut.  Jenis RDTs yang sering ditemukan secara umum adalah histidine-rich protein (HRP2), Plasmodium lactate dehydrogenase (pLDH) dan aldolase (World Health Organization, 2011).

HRP2 diproduksi hanya untuk mendeteksi Plasmodium falciparum. Sedangkan untuk pLDH terdapat dua jenis, diantaranya pLDH yang hanya mendeteksi parasit secara spesifik (P.malariae, P.ovale, P.vivax dan P.falciparum) dan pLDH yang dapat mendeteksi semua jenis parasit.  Adolase diproduksi untuk mendeteksi ke empat jenis parasit malaria.

(Sumber : WHO, 2011)

 

HRP2 – histidine-rich protein 2
pLDH – Plasmodium lactate dehydrogenase
pf – P. falciparum
pan – all Plasmodium species
pvom – P. vivax, ovale and malariae
pv – P. vivax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *