Penyakit malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp. Infektif. Virus yang menginfeksi nyamuk Anopheles sp. berbeda tergantung pada demografi setiap wilayah.
Terdapat 5 (lima) jenis Plasmodium, yaitu Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, Plasmodium ovale, Plasmodium falciparum dan Plasmodium knowlesi. Pada Plasmodium vivax dan ovale memerlukan waktu 8-14 hari, sedangkan P. Malariae memerlukan waktu 7-30 hari dan P. falciparum memerlukan waktu 7-14 hari. Sebagian besar penyakit malaria di Indonesia, disebabkan oleh 4 (empat) virus tersebut.
Penularan penyakit malaria terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu alami dan tidak alami. Penularan secara alami terjadi ketika nyamuk infektif menggigit jaringan kulit orang sehat, sehingga virus menyebar ke seluruh peredaran darah dan memulai siklus hidup di jaringan hati. Sedangkan penularan tidak alami terjadi melalui malaria bawaan dan malaria secara mekanik.
Penyakit malaria bawaan ditularkan oleh Ibu hamil melalui placenta. Ibu hamil yang menderita penyakit malaria mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau dikenal dengan istilah Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Penularan mekanik terjadi melalui transfusi darah atau jarum suntik dari pendonor/pasien yang terinfeksi malaria. Jarum suntik tidak steril akan menularkan parasite Plasmodium jika tidak diganti dengan yang baru. Oleh karena itu, petugas kesehatan diwajibkan melakukan screening terhadap setiap pendonor darah untuk menghindari penularan penyakit malaria.
Penularan dan penyebaran penyakit malaria pun dipengaruhi oleh banyak faktor resiko terutama yang bersumber dari perilaku dan lingkungan.
