Di tengah badai pandemi Covid19 yang sedang melanda berbagai negara, termasuk Indonesia, perhatian terhadap penyakit menular malaria tetap harus dilakukan.
Sebagaimana diketahui, penderita malaria yang belum sembuh total, masih memiliki peluang untuk mengalami kekambuhan (relaps). Di samping itu, gejala klinis yang dialami oleh penderita malaria hampir mirip dengan gejala klinis penyakit Covid19, yaitu demam, sakit kepala dan nyeri otot.
Tingkat Imunitas yang lemah pada penderita malaria menyebabkan mudahnya terinfeksi penyakit Covid19. Memberikan edukasi tentang penyakit malaria, dan segala faktor resiko yang berkaitan dengan terjadinya kekambuhan penyakit malaria baiknya dilakukan oleh Petugas Kesehatan terutama di daerah endemis malaria.
Peringatan Hari Malaria menjadi salah satu pengingat bahwa Indonesia masih belum terbebas dari penyakit Malaria, hanya beberapa wilayah yang sudah mendeklarasikan Eliminasi Malaria. Oleh karena itu, komitmen secara global, regional dan nasional sangat dibutuhkan.
“Dalam wilayah regional Jawa-Bali sebagian besar kabupaten/kota telah mencapai Eliminasi Malaria” dr. Nadia, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis.
Pemerintah menargetkan pada 2024 sebanyak 405 kabupaten/kota mencapai eliminasi Malaria. Periode 2020-2024 merupakan periode penting dan menentukan dalam upaya mencapai Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030 (Kementerian Kesehatan RI, 2020).
Selamat Hari Malaria Se-Dunia.

